Lunglai...
Tubuhnya terkulai lemah dengan sisa butiran keringat yang masih tampak berkilauan di dahinya. Perjuangan hidup mati yang menggadaikan jiwa baru saja usai. Semburat pucat di wajah pun perlahan lenyap. Namun ia tersenyum, lalu bibirnya melafadzkan hamdalah.
Tubuhnya terkulai lemah dengan sisa butiran keringat yang masih tampak berkilauan di dahinya. Perjuangan hidup mati yang menggadaikan jiwa baru saja usai. Semburat pucat di wajah pun perlahan lenyap. Namun ia tersenyum, lalu bibirnya melafadzkan hamdalah.
Tak
lama, sosok mungil itu ada di dalam dekapan. Dipeluknya dengan segenap
kehangatan kasih sayang, padahal dirinya sendiri masih tampak lelah. Terlihat
matanya berbinar-binar senang seraya tak henti-hentinya menyapa buah hati
tercinta. Tetes air bening pun mengalir dari sudut mata, air mata bahagia.


